5.29.2011

MOTIVATION LETTER (SURAT MOTIVASI) LKMM WILAYAH 1 FK.UNSYIAH

SEMOGA MOTIVASI INI SEGERA TEREALISASI ..
"Hanya padaMu hamba memohon dan meminta ya Allah.."


MOTIVATION LETTER

Oleh : Meta Sakina

Mahasiswi Fakultas Kedokteran

Universitas Lampung

Angkatan 2010

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang”

“From ZERO To HERO”

Kalimat Solikhin Abu Izzudin yang mengawali bukunya, ZERO to HERO (best seller,Pro-U media) sangat mengena bagi saya sejak pertama kali membacanya. Lebih dari memotivasi, hal ini tampak representatif mewakili fenomena ‘biasa-biasa’ saja yang seringkali terjadi di sekitar kita. Mengapa tidak banyak hal hebat dapat ditemukan dalam kehidupan? jawabannya karena sebagian besar dari kita sering kali kehilangan momentum dan tak punya persiapan yang prima karena tidak bisa mengelola waktu dengan baik,terutama untuk menambah kualitas diri. Begitu pun dalam konteks kepemimpinan.

Sayangnya, waktu terus bergulir dan globalisasi melahirkan berbagai tantangan zaman yang hadir dengan percepatan fantastis. Kecepatan, kompetensi, dan inovasi pun menjadi prasyarat minimum untuk mampu bertahan dari gilasan zaman. Hingga akhirnya, orang yang gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan, orang yang naik panggung tanpa persiapan akan turun panggung tanpa penghormatan. Lebih dari sekedar rencana untuk menjadi seorang HERO, kita dituntut melakukan persiapan dan siap untuk terus berusaha .

Sebagai mahasiswa, peran iron stock, moral force, dan agent of change yang telah ‘dicekoki’ sejak awal masa orientasi, memikulkan tanggung jawab besar untuk tidak sekedar menjadikan diri senantiasa lebih baik, melainkan membawa lingkungan, masyarakat, hingga akhirnya bangsa ini ke arah yang lebih baik. Untuk itu, kata kuncinya adalah transformasi. Maka, berlakulah hukum alam yang lain, sejarah kehidupan mencatat bahwa transformasi tidak pernah dimulai oleh segerombolan besar manusia, Ia selalu menjadi inisiatif segelintir pejuang. Sekelompok kecil yang disebut leaders, para penyeru kebenaran, yang berani berdiri tegak melawan arus besar masyarakatnya. Sebuah kiasan yang disampaikan Arief Munandar, Pemimpin adalah mereka yang tekun mengambil bongkah demi bongkah salju, menyatukannya, memadatkannya, dan mencoba mulai menggelindingkannya. Yang dengan sabar terus berupaya membuat bola salju baru, ketika bola sebelumnya ternyata tercerai berserakan sebelum sempat membesar dan menggelinding jauh. Pertanyaan yang paling mendasar adalah: Do we have that quality? Are we the selected ones? Are we the leaders?

Atau, dalam konteks saya, have we decided to be leaders? Pertanyaan itu menjadi begitu fundamental dan substantif karena saya berangkat dari keyakinan dasar bahwa seorang pemimpin tidaklah dilahirkan, sebagaimana pemimpin juga tidak diciptakan dalam semalam. Saya juga berpijak pada premis bahwa menjadi pemimpin adalah sebuah pilihan, dan membangun kepemimpinan adalah perjalanan sepanjang hayat. tt

Dan saya telah memilih jalan untuk menjadi seorang pemimpin. Bukan, bukan demi meraih mimpi atau ambisi pribadi, melainkan tercapainya sebuah visi, bahwa suatu hari nanti, saya akan menjadi seseorang yang memberi kontribusi berarti demi terwujudnya Indonesia yang jauh lebih baik. Terlalu muluk? Ya, jika saya menginginkannya terealisasi besok, tapi saya punya satu keyakinan. Impian itu akan terwujud jika saya memulainya dari hari ini, meski untuk variabel waktu yang tak terbatas.

Saat mimpi butuh langkah konkret untuk direalisasi, maka LKMM ini adalah salah satu bentuk kontinyuitas ikhtiar menuju hari itu. Bagaimanapun, seseorang tidak akan mampu memberi jika tak ada yang bisa diberi, maka sebelum berkontribusi seseorang mutlak harus memiliki. Mimpi akan menjadi sekedar mimpi, dan komitmen saya untuk menjadi pemimpin akan berakhir sebatas wacana jika saya tidak berusaha mengumpulkan bekal yang dibutuhkan untuk sebuah kebermanfaatan. Inilah motivasi utama saya dalam mengikuti LKMM wilayah I Belajar dan terus belajar. Sebuah syarat mutlak, sebab waktu terus berlari dan zaman berganti tanpa pernah menunggu siapapun.

ttSaya ingin belajar banyak hal, mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya dan berusaha meraih berbagai ilmu untuk menjadi seorang pemimpin yang baik di LKMM ini. Saya percaya bahwa kepemimpinan dalam manifestasi jabatan struktural merupakan sinergisitas antara kapasitas dan momentum. Dalam hal ini, momentum berada dalam ranah otoritas takdir, variabel terkontrol yang menjadi tanggung jawab kita ialah kapasitas. Peningkatan kapasitas menjadi kewajiban mutlak hingga saat momentum itu hadir dan kontribusi kita dibutuhkan sebagai seorang pemimpin, maka kita bisa memberikan yang terbaik. Sebuah transformasi yang mulus, tidak tersendat hanya karena inkompetensi kader-kader penerus. Dari sinilah, mimpi bagi masa depan bangsa yang lebih baik akan bermula, lewat langkah kecil, dimulai dari diri sendiri karena sejatinya, setiap kita adalah pemimpin. Namun, sekali lagi, sejarah di masa lalu berkata bahwa seorang pemimpin yang baik tidak sekedar dilahirkan melainkan dibentuk, sedang masa depan di hari esok berkata good leader is not good enough. Maka, LKMM wilayah I menjadi secercah harapan saya sebagai langkah awal merealisasikan zero to hero.

ttDemikianlah apa yang bisa saya tulis dalam motivation letter ini, semoga tulisan ini bisa menjadi sebuah acuan dan motivasi bagi kita para mahasiswa Pembangun Peradaban, (mahasiswa Fakultas Kedokteran), pada umumnya dan bagi saya khususnya untuk bisa mengikuti LKMM Wilayah I ISMKI dengan ikhlas dan semangat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dibuat sebagai persyaratan mengikuti LKMM Wilayah I

ISMKI tahun 2011

Di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

30 Mei – 5 Juni 2011

5.14.2011

Diam , caraku Mencintaimu




Bismillahirrahmanirrahim...

Diam adalah caraku Mencintaimu karenaNya, untuk menjaga kesucian hatiku dan hatimu karena memang menjaga Kesucianku dan Kesucianmu adalah tujuannya.

Serta diam adalah caraku Mengasihimu KarenaNya, untuk memelihara kehormatan, karena memang memelihara kehormatanku dan kehormatanmu adalah cita-citanya.

Jikalau Allah tak menakdirkan tersampainya indahnya rasa ini kepadamu di dunia di dalam KeridhaanNya, mungkin dunia bukanlah tempat yang tepat untuk cinta ini saling bersemi tetapi bisa jadi cinta itu akan bersemi di SyurgaNya. Karena aku sangat yakin bahwa di akhirat kelak Allah akan menghimpun orang-orang yang saling mencintai KarenaNya.

Dan diamku adalah caraku Mencintaimu KarenaNya. Suci tak tersentuh, bahkan syaitanpun tidak pernah tahu.
Insya Allah...