Iya Pulang. Satu kata yang sangat bermakna,
apalagi bagi saya,
anak kos pengen pulang,
anak rantau pengen pulang,
dan saya ingin pulang…
pulang adalah kembali.
Kembali ke suatu tempat yang nyaman menurut saya.
Pelepas gundah gulana saya *beuh
Tempat saya beristirahat dari penat
Terlebih lagi ketika teman-teman saya bertanya
“kapan pulang met?”
“kangeeen”..
“bogoshipoo..”
“bundooo..”
Aah,, kalian tidak tahu betapa rindunya aku pada kalian.. :’)
Jika pulang kerumah dunia begitu indahnya,
seharusnya hati kecil saya bertanya tanya,
mengapa pulang kerumah ALLAH begitu menakutkan bagi sebagian orang, dan bagi saya juga tentunya,
padahal kepulangan kerumah ALLAH sudah pasti terjadi,
suka gak suka pasti pulang,
harusnya begitu menyenangkan karena dengan pulang saya akan bertemu dengan pemilik napas saya,
pasti INDAH …
contoh aja deh waktu sekolah dulu begitu bel pulang berbunyi, seneng banget, lepas dari kesumpekan :)
iya kan?
lalu kenapa ketika terpikir bahwa ALLAH yang akan meminta saya pulang,
bulu kuduk saya langsung berdiri, TAKUT !!
Harusnya saya sadar jadwal kepulangan saya sudah diatur oleh ALLAH,
kapan dan dimana saya akan dipanggil pulang,
Kapan berangkatnya saya memang tidak tahu karena jadwal kepulangan saya hanya ALLAH yang tahu,
dan untuk kepulangan ini ALLAH memberi saya open ticket,
iya open ticket itu bernama WAKTU,
ketika jadwal itu menjadi misteri,
yang bisa saya lakukan adalah mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya,
masih minim sekali bekal saya. Huhuhu….
Memikirkan bagaimana caranya agar saya dapat pulang dengan kendaraan ber AC, mendapat window seat, mendapat tempat duduk dikelas executive yang lega dan gak umpel umpelan
intinya , saya jangan menyia-nyiakan waktu..
iya,,, hargailah waktu,, jangan disia-siain… Isilah untuk hal-hal yang positif.
someone said :
“Kita hadir di dunia ini minimal memiliki 3 misi. Pertama, sebagai hamba Alloh. Oleh karena itu, jadikanlah semua aktivitas kita sebagai sarana ibadah kepada Alloh SWT. Kegelisahan timbul karena kita kurang ilmu, karena terlalu cinta dunia, juga karena sangat enggan beribadah. Padahal, Alloh mendesain ritme hidup kita untuk ibadah. Karir kehidupan kita pun bisa optimal bila kita menyempurnakan ibadah.
Kedua, sebagai khalifah. Berkiprahlah di dunia ini dengan karya terbaik. Sebagai khalifah, selain mensejahterakan diri, kita juga harus mensejahterakan orang lain. Kemudian interaksi kita di dunia ini selain mensejahterakan secara lahir, juga harus bisa menjadi cahaya secara bathin. Artinya, kita harus mengeksploitir lahir bathin agar bisa melakukan dan mempersembahkan karya terbaik.
Ketiga, sebagai pendakwah. Selain niat beribadah dengan ikhlas, kita juga harus menjadi orang yang bisa menjadi contoh kebaikan, pembawa misi kemuliaan.”
muka -muka baru bangun tidur @train gerbong 1 6a-b, 5a Tanjungkarang-Kertapati 19 Januari 2011


2 komentar:
"bundooooo..."
is it me
:o
*make surprise face*
bundooo....TT^TT
when I read this I just wanna cry
*sob*
yawh...gimanapun, klo kita bkin ksalahan di rumah, kita pasti takut untuk pulang kan.. ;)
Posting Komentar