Beberapa hari yang lalu listrik dirumah saya tiba tiba padam, pekat tiba tiba, gelap, kelam, tak ada satupun yang mampu saya lihat, ah sungguh tiada daya dan upaya bola mata ini tanpa setitik cahaya yang ALLAH berikan .Ini untuk pertama kali selama merantau di kota siger ini, lampu mati dari magrib hingga jam 1 malam, kemudian lanjut lagi jam 2 malam.. lagi-lagi , sebaik-baik rencana yang disusun manusia lemah seperti saya, tak ada apa-apanya dibanding rencana Allah, rencana belajar lagi-lagi tertunda *ah ,lebay..it sih lo yang males ta .. , amanah juga terlewat..
hmmm,mau marah rasanya, tapi marah sama siapa yah? PLN kan emang udah biasa byar pet dan bisa dipastikan sebagai manusia biasa, bibir saya akan spontan mengeluh, dan nyerocos bak meteor ”gimana sih nih PLN, mati mulu padahal bayar gak pernah boleh telat ” dan jawaban PLN pasti “eman g gue pikirin lo mau gelap keq, mau gak punya Ac, bodo” lepas tanggung jawab deh kalau sudah begini, ah gak mau ngomongin PLN nanti salah bicara bisa kena setrum loh ta
Daripada marah marah ke PLN yang jelas jelas gak mau denger saya marah mending saya nikmati gelap ini, takutkah saya dengan kegelapan? saya bukan perempuan yang takut dalam kegelapan, saya kadang menikmati gelap ini, Untungnya saya dan sahabat sedang berkumpul bersama ,setidaknya ketika saya membuka jendela ada bulan yang tersenyum indah ke saya, ah ,bukan ...malam itu bulan sepertinya sedang malu-malu memunculkan keindahannya..
SUBHANALLAH, keindahan malam itu tergantikan dengan adanya bintang yang bertaburan di langit yang kelam, kerlap-kerlip lucu nan imut . hhi.. sungguh jarang ditemukan di kota yang penuh lampu untuk dapat menjumpai taburan bintang di malam hari.mungkin terakhir kali aku menikmati kerlipnya bersama lagu "bintang Kecil" karya A.T. Mahmud itu semasa SD..
Dan ini sekaligus menyadarkan saya betapa maha besar ALLAH yang telah menciptakan gelap, gelap ini membuat alam bercerita banyak tentang kebesaran ALLAH bukan? ada rembulan, ada suara angin, ada gemericik daun, ada bintang bertebaran, ada suara jangkring :) coba kalau ada listrik maka bisa dipastikan saya akan sibuk menikmati keindahan lelaki lelaki ganteng pemain sinetron di TV, coba kalo listrik ada saya akan sibuk menjelajah dunia maya, berselancar lewat layar notebook saya, coba kalau ada listrik telinga saya akan tersumbat dengan musik buatan manusia yang membuat patah hati semakin terasa :(, maka mari mensyukuri matinya listrik !! ALLAH memang sangat luar biasa menciptakan gelap.
Gelap adalah instrumen untuk mengukur kadar kebajikan, saya belajar dari kegelapan, bahwa suatu saat nanti ketika napas saya berhenti, saya akan berada didalam lipatan tanah yang sangat pekat, gelap dan sendiri, dan seberapa gelap dan terangnya alam saya nanti tergantung dari kebaikan, amal dan perbuatan saya selama ditempat yang terang ini.
Iya, kini terbayanglah betapa gelapnya liang lahat yang akan melipat jasad saya dialam kubur nanti, lalu apakah saya akan memiliki cukup cahaya ketika akan masuk ke dalam ruang gelap liang lahat sehingga alam barzakh itu akan tetap terang, nyaman, luas dan hangat karena kebajikan dan iman yang menjadi suluh/pelita bagi saya.
Ketika PLN mati ,saya sibuk menelphone PLN dan complain “kenapa gelap, kenapa gak dibetulian cepet cepet karena saya mulai kepanasan ga ada kipas angin” ketika saya sampai di gelapnya alam kubur, kira kira bisa gak saya complaint kenapa disini gak ada AC, gak ada bohlam yang menggelantung menerangi alam kubur saya, gak ada internet disini ;p,kan gak bisa kan? yang harus saya lakukan bukan complaint kembali ke persiapan bagaimana menerangi alam kubur saya kelak, yang pasti bukan seperti dibumi, ketika saya tidak nyaman maka saya akan sibuk mencari kesalahan si PLN. Bukan, bukan begini cara menerangi alam kubur, tapi seberapa mampu saya menerangi hidup banyak orang,menolong sesama, menjadi sandaran mereka yang tak mau hidup lagi, meminjamkan pundak untuk menampung airmata sahabat tapi ini konteks kemanusiaan, konteks keTUHANan pasti beda.
mengutip dari kata-kata orang yang luar biasa :manusia yang akan terang alam kuburnya adalah manusia yang menjadikan bumi ALLAH yang terhampar luas ini adalah masjid baginya, kantornya, kampusnya adalah musholah yang selalu mengingatkan kepada ALLAH, meja kerjanya, notebooknya adalah sumur ilmu untuk mengenal ALLAH, memfungsikan tatapan matanya, lidahnya menjadi mata dan lidah yang penuh rahmat, melihat dan berkata kata dengan kasih sayang dan kelembutan, pikirannya husnuzhan, tarikan napasnya tasbih [subhanallah, walhamduillah, lailla ha illah] gerak hatinya adalah doa untuk memohon ampunan, bicaranya bernilai dakwah, diamnya dzikir, gerak tangannya sedekah, langkah kakinya hanya untuk ALLAH, sibuknya sibuk memperbaiki diri bukan sibuk mencari kesalahan orang lain
PLN mati aja udah sesak begini maka terbayang gak gelap di alam kubur , nauzubillahimindhalik.
Jadi mulai sekarang, say NO untuk semua yang akan membuat PLN didalam kuburan kita mati disana gak ada PLN kali ta? hahahha …
yang ada PLL [Penerang Liang Lahat] hehe.. jayus banget lo ta!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar