
Sebelumnya blog menjadi wadah saya buat ngegalau atau ngegaje. kali ini saya ingin sedikit mengutip hasil pembelajaran di kampus buat di share di blog ini..
yaaa biar semakin warna-warni ! hehe
"NGOMONG ITU PAKE OTAK DONG ! JANGAN PAKE DENGKUL !"
Pertanyaan: sering anda mendengar perkataan diatas? seberapa sering anda mendengarnya? dimana anda mendengarnya ?
saran saya, jangan sering-sering mendengar kata cacian yang melemahkan mental ini. selain dampak emosi yang bikin hipertensi si pembicara juga dampak depresi untuk pendengar. waspadalah !:D
alhamdulillah yah, semenjak di kostan tidak ada lagi televisi layar warna-warni .. saya jadi jarang mendengar kata-kata diatas diatas lewat lelucon atau lawakan atau film-film di tv. bahkan, ayu ting-ting yang "kemanaa..kemanaa..dimanaa..dimanaa.." nya udah populer di jagad kampus saja , belum pernah saya denger tuh. :D, saya justru bersyukur telinga saya dan mata saya lebih terjaga dari hal yang sia-sia.
hlooh? trusapa hubungannya sama TV dan ayu ting-enting ?hahaha..ngelantur kan !*barusan curcol dikit sih :p
sebenernya menurut saya yang lebih "dodol" justru orang yang teriak "jangan pake dengkul" . wong emang looh pusat bicara itu di otak ! mau nyambung ga nyambung teteuuup di otak. koq ya mikirnya sampe ke dengkul- dengkul segala..hehehe #intermezo.
berdasarkan teori yang saya pelajari di kitab-kitab sakti orang sakti. *sampe kadang saya harus baca berulang-ulang kali biar nuler saktinya.. (*hasilnya nuler ta? ga juga.. hhaa...). ada satu teori yang menarik, di dalam otak manusia ada area yang namanya area BROCA.
BROCA sendiri dibaca broka terdiri dari huruf "ba","ro","kah". ya! arabnya mungkin BAROKAH ! ya ! berkah !. Luar biasa barokah bagi kita yang masih dititipi nikmat Allah SWT yang satu ini. karena ketika barokah (baca: broca) ini rusak atau luka, disebut afasia, seseorang akan kesulitan mengungkapkan apa yang dipikiran menjadi suatu perkataan. misalnya saja saya pengen teriak ke anak kecil "awas ada lobang di depan !". eh.. yang keluar dari mulut cuma "ya","he-eng", atau angguk-geleng aja. kalo begitu si anak udah keburu jatuh duluan.huhuhu.. bahkan untuk yang kerusakannya berat,si penderita sama sekali tidak mengeluarkan kata. naudzubilah..:'(
penderita sebenarnya sadar apa yang hendak diucapkan hanya saja tidak mampu melalui bahasa lisan, hal tersebut akan membuat kejengkelan yang mendalam di hati penderita. contoh lain misalnya ada seseorang yang ingin menyebut "pensil", tapi yang keluar dari ucapan adalah "tu..tulis..", ketika dipancing dengan kata "pensil",barulah penderita akan bilang "pen..sil" dengan penuh derita.
katanya mengungkapkan cinta itu sulit ya? mungkin saja saat itu area broca sedang "diganggu" sama sang MAHA CINTA.. iya donk, kan harus izin dulu sama pemilik hati,ALLAH SWT,supaya jalannya mulus dan cintanya jg barokah..
doaku, jaga area broca pecintaku yang tercinta saat ijab kelak ya rabb..hahaha dasar jiwa genit ! :D
ada juga area Wernicke.nah ini temen nya broca. namanya yang terlalu barat bikin susah buat plesetannya. hahaha..
wernicke ini ibaratnya gudang dari seluruh kosakata yang masuk di otak. nah kalo gudang itu terbakar/ rusak. semua file di gudang hangus yang terjadi adalah seseorang bicara tapi tanpa maksud/arti atau sembarangan, gaje lah pokoknya, karena tidak ada keterkaitan antara satu kalimat atau dari satu kata ke kata lain.
jadi, kebalikan dari broca, kalo penderitanya ini bisa berbicara tapi dalam bicaranya tidak mengandung apa-apa..

Kini saya mencoba merenung,saya diberi kesehatan baik area "BAROKAH" maupun "WERNICKE". tapi seberapa sering orang orang yang saya sayangi pergi meninggalkan saya karena saya tak mampu menjaga ucapan, menggunakan otak saya sebelum lidah saya menjadi lebih tajam mengiris iris hati hingga daging merah bernama hati itu berdarah darah karena pahitnya ucapan saya, seberapa sering saya menyesal karena kata kata yang keluar dari mulut mungil saya telah menjadi bumerang dan membuat kebaikan yang telah saya lakukan hilang dalam sekejap hanya karena sepatah dua patah kata yang tak mampu saya jaga, meluncur menghunus dan meninggalkan luka, nauzubillahimindzalik …
"Mulutmu harimaumu” pepatah lama yang masih terus berlaku, tak lekang oleh waktu, harimau itu binatang buas yang mampu menerkam, hanya harimau lebih beruntung karena terkamannya hanya memakan mangsanya sedang mulut saya mampu menerkam orang orang yang saya sayangi , diri saya sendiri bahkan mungkin hati ibu dan ayah saya. dan baru- baru ini hati seorang sahabat saya terluka karena ucapan saya. SAYA MOHON MAAF :(
Mulai sekarang jangan biarkan lidah kita menjadi tempat kesia siaan, menjadi alat setan untuk menyakiti hari orang lain dan menjadi harimau yang menerkam siapa saja, termasuk menerkam kita sendiri… DIAM nya kekasih ALLAH adalah DIAM dzikir, dan BICARAnya kekasih ALLAH adalah bicara DAKWAH.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar